Translate

Tambrauw Berpotensi Menjadi Destinasi Wisata Alam Kelas Dunia

Sejak beberapa tahun belakangan ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tambrauw mulai meningkat. Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Tambrauw yang membuka akses seluas-luasnya bagi wisatawan baik domestik maupun manca negara.
Wisatawan manca negara di Tambrauw
Agen perjalanan wisata, wisatawan manca negara dan warga lokal di hutan Tambrauw
Hutan hujan tropis yang menutupi sebagian besar wilayah Tambrauw adalah habitat alami bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan. Banyak wisatawan pencinta alam dari berbagai penjuru dunia yang ingin melihatnya.
Sebagai pemandu turis, saya telah mengantar banyak sekali wisatawan berkeliling Papua Barat termasuk ke daerah pesisir pantai dan kawasan pegunungan di Tambrauw.
Ecotourism in West Papua
Wisatawan manca negara dipandu warga lokal
di hutan Lembah Ases, Tambrauw

Wisata Pengamatan Burung dan Satwa Liar
Aktivitas yang kami lakukan adalah berkemah, menjelajah hutan, mengamati flora-fauna, mandi di sungai bahkan mengamati kerlap-kerlip bintang di langit.
Rata-rata, kami berada di hutan selama 4 sampai 5 hari. Kami berkemah di pinggir sungai sambil mengamati satwa liar di siang maupun malam hari. Ada soa-soa, kuskus, ular, rusa, serta berbagai spesies burung tropis yang berwarna-warni.
Burung-burung itu antara lain:
  • Burung Surga Kuning Kecil (Lesser Birds of Paradise), 
  • Burung Surga Belah Rotan (Magnificent Bird of Paradise), 
  • Burung Surga Raja (King Bird of Paradise)
  • Burung Surga 12 antena (Twelve-wired Bird of Paradise) 
  • Burung Kakaktua Raja
  • Burung Peltop Pegunungan
  • Burung New Guinea Vulturine Parrot serta masih banyak lagi.
Ecotourism in Tambrauw mountains
Wisatawan Eropa dan warga setempat di Kali Syuan

Peran Masyarakat Lokal
Selama kegiatan wisata tersebut, masyarakat kampung yang tinggal di pinggir hutan ikut mendampingi kami. Mereka bekerja sebagai porter yang membantu memikul bahan makanan dan perlengkapan berkemah serta peralatan fotografi. Sejumlah ibu ikut bekerja sebagai koki yang menyiapkan makanan buat wisatawan dan para pekerja lainnya. Di malam hari, warga kampung memandu kami untuk melihat rusa, kuskus atau katak dan ular. 
Para pramuwisata lokal yang bekerja memandu wisatawan siang-malam di hutan dan kawasan pesisir
Kabupaten Tambrauw, kini sudah ada organisasinya yaitu DPC HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Kabupaten Tambrauw. Ketuanya yang pertama adalah Nico Nauw. 
Wisata berkemah di hutan hujan tropis Papua Barat
Perkemahan untuk wisatawan asing dan warga lokal
di hutan Tambrauw

Hutan dan Terumbu Karang Daya Tarik Wisata
Hutan Hujan Tropis dan Terumbu Karang di Kabupaten Tambrauw memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.

Ecotourism in West Papua
Terumbu Karang di Perairan Tambrauw

Di seluruh dunia, pariwisata berbasis alam telah menarik jutaan pengunjung. Bila dikelola dengan baik, hal ini akan membuka banyak sekali lapangan kerja sekaligus membantu masyarakat untuk melestarikan alamnya.


Dukungan Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Tambrauw telah mendeklarasikan wilayahnya sebagai Kabupaten Konservasi. Pariwisata menjadi program unggulan pemerintah. Upaya ini ditunjukkan oleh pemerintah dengan menyediakan dukungan bagi sejumlah pelaku wisata yang membawa wisatawan ke Tambrauw. Beberapa pemandu turis diberi bantuan teropong untuk pengamatan burung dan satwa liar. Pemkab juga membantu pembelian tenda, peralatan masak, dan perlengkapan berkemah lainnya. Meskipun jumlahnya sangat terbatas, hal tersebut sangatlah bermanfaat di lapangan. 

Wisatawan Mulai  Berdatangan
Berbagai upaya promosi dari Pemkab Tambrauw dan para pelaku wisata akhirnya membuahkan hasil. Wisatawan manca negara mulai berdatangan ke Tambrauw. Ada yang naik kendaraan 4WD dari Sorong atau Manokwari ke pegunungan dan pesisir Tambrauw, ada pula yang naik kapal pesiar mewah, lalu berlabuh di lepas pantai Pulau Dua.

Pandemi Covid-19
Sayang sekali, Pandemi Covid-19 secara tiba-tiba memaksa pemerintah untuk menghentikan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Tambrauw ikut terkena dampak. Semoga hal ini bersifat sementara. Ketika Pendemi Covid-19 telah mereda atau saat vaksin untuk menanggulangi virus tersebut telah disuntikan ke masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, kiranya pemerintah bersedia untuk membuka arus wisatawan manca negara ke Tambrauw lagi. 

Pembangunan Kepariwisataan Berjalan Terus
Meskipun Pandemi Covid-19 masih berlangsung. Pembangunan kepariwisataan terus dilakukan. Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Tambrauw, Nico Nauw, mengatakan bahwa kegiatan turun lapangan untuk pengumpulan data guna keperluan promosi terus dilaksanakan. Hal ini dimaksudkan agar ketika pemerintah membuka akses bagi wisatawan manca negara ke Indonesia, berarti HPI sudah siap untuk memandu wisatawan di lapangan lagi. Ditulis oleh: Charles Roring

Artikel berbahasa Inggris:

English:



No comments:

Post a Comment