Tuesday, September 28, 2021

Cendrawasih Terkenal Dengan Keindahan

Burung Cendrawasih Kuning Kecil (Paradisaea minor) terkenal dengan warna bulunya yang kuning keemasan dipadu dengan warna coklat di sekujur badannya serta hijau di bagian lehernya. Ciri-ciri keindahan fisik ini bisa kita lihat juga di spesies serupa lainnya yaitu Cendrawasih Kuning Besar (Paradisaea apoda) yang hidup di hutan hujan tropis Kepulauan Aru dan dataran Tanah Papua bagian selatan sekitar Taman Nasional Lorentz hingga ke wilayah hutan sekitar Merauke.  
tarian cendrawasih jantan
Cendrawasih jantan sedang bertanding dansa
Arti bahasa Latin di atas sebenarnya adalah Burung Surga Tak berkaki. Mungkin kita burung ini tiba di Eropa dalam keadaan telah dikeringkan/ diawetkan, daging, isi perut dan kakinya sudah dikeluarkan atau dilepas oleh pemburu, sehingga tinggal kulit, tengkorak dan bulunya yang indah. Akibatnya para ilmuan barat yang saat itu memeriksanya kemudian memberi nama Paradisaea apoda.
Burung Cendrawasih Kuning indah sekali warnanya
Cendrawasih jantan didampingi dua ekor betina
Sebenarnya keindahan Burung Cendrawasih tidak terbatas pada warna bulunya yang kuning keemasan itu. Burung surga ini memiliki kemampuan berdansa yang tidak dimiliki spesies burung lain. Di pagi dan sore hari, burung Cendrawasih Kuning jantan berkumpul di cabang-cabang pohon tertentu untuk menggelar pertandingan dansa di antara mereka. Tujuannya adalah untuk memikat dan kawin dengan pasangan burung betina. 
Cendrawasih kuning kecil secara alami adalah poligami
Secara alami burung Cendrawasih Kuning adalah poligami
Burung Cendrawasih Kuning Kecil maupun Cendrawasih Kuning Besar bisa memiliki pasangan kawin lebih dari satu. Jadi secara alami Cendrawasih menganut poligami.  Burung Cendrawasih jantan yang berhasil mementaskan tarian pemikat betina dengan baik akan memenangkan kontes dansa. Hal ini bisa dengan mudah kita lihat di foto. Ada beberapa burung surga betina di kedua sisi burung jantan yang tampil sebagai pemenang dansa. 
Di sinilah fenomena seleksi alam dalam teori evolusi seperti yang dikemukakan oleh Darwin berlaku. Namun demikian nampak ada keunikan tersendiri dalam burung Cendrawasih Kuning Kecil, bukan hanya burung kuat dan bisa memperoleh makanan saja yang akan bertahan tapi burung yang bisa memperagakan Tarian Cendrawasih dan keindahan warna bulunya yang bagus akan menang. Kadang dalam berkompetisi di antara sesama jantan, ketika persaingan dalam tari-tarian berlangsung sengit, terjadi perkelahian di antara mereka. Ada yang bahkan sampai jatuh ke tanah. Namun dengan gigihnya burung yang jatuh tersebut akan bangkit dan terbang lagi ke atas pohon serta melanjutkan pertandingan tari-tarian tersebut. 
Dalam dunia avifauna Tanah Papua, burung lain yang memiliki tarian pemikat betina adalah flame bowerbird dan masked bowerbird. Burung api masked ini, menurut pendapat saya pribadi, memiliki keindahan tarian yang terbaik di antara banyak spesies burung di dunia. Saya pernah menonton tariannya selama lebih dari satu jam. Mengenai spesies burung api ini, dan juga spesies burung surga Parotia Barat yang suka berdansa, akan saya bahas di lain waktu.
Tempat-tempat Wisata Pengamatan Burung Cendrawasih
Ada beberapa tempat wisata pengamatan burung Cendrawasih di  Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Beberapa di antaranya adalah: Manokwari, Sorong, Wondama, Tambrauw, dan Jayapura. Ini ditulis oleh Charles Roring. 
Baca juga:

Friday, September 10, 2021

Cendrawasih Kuning Kecil dan Lokasi Wisata Pengamatannya

Cendrawasih Kuning Kecil atau Burung Surga Kuning Kecil memiliki warna bulu yang indah sekali. Burung ini bisa diamati oleh wisatawan pencinta alam di berbagai kawasan hutan yang ada di Tanah Papua. Beberapa di antaranya adalah:

Cendrawasih Kuning Kecil atau Lesser Birds of Paradise (Paradisaea minor)
Cendrawasih Kuning Kecil Jantan

Kabupaten Wondama adalah lokasi wisata pengamatan burung yang sangat berpotensi untuk menjadi terkenal di dunia karena memiliki ekosistem hutan hujan tropis yang hampir lengkap. Ada hutan bakau, hutan tropis pulau, hutan dataran rendah, hutan pegunungan rendah hingga menengah. Hal ini menjadikan spesies burung dan satwa liar di Kabupaten Wondama sangat bervariasi. Cendrawasih Kuning Kecil  (Lesser Birds of Paradise), Cendrawasih Raja, Lowland Peltop, Myzomela Merah, Jagal Papua (Hooded Butcherbird), Nuri Bayan (Eclectus Parrot), Taun-taun (Blyth's Hornbill), Kumkum (Pinon Imperial Pigeon) bisa ditemukan di hutan dataran dan pegunungan rendah di sekitar Teluk Wondama dan burung seperti Magnificent Bird of Paradise dan Black Sicklebill bisa ditemukan di sekitar puncak Pegunungan Wondiboy. 
Cessna Caravan 208 Susi Air terbang beberapa antara Manokwari dengan kota Wasior di Kabupaten Wondama
Rute penerbangan dari Jakarta dan Denpasar ke Manokwari
Lalu ke kota Wasior di Wondama
Hutan Susnguakti di Manokwari - Ini adalah lokasi wisata pengamatan burung Cendrawasih Kuning Kecil yang bisa dijangkau menggunakan kendaraan bermotor dari kota Manokwari dengan lama tempuh kurang lebih 1 jam 15 menit.  Karena lokasinya yang agak terpencil maka hutan ini tidak diketahui oleh masyarakat luas. Hanya orang-orang tertentu yang biasa bekerja sebagai pemandu turis pengamatan burung saja yang mengetahui keberadaannya. Untuk mencapainya, wisatawan harus mendaki gunung yang terjal selama kurang lebih 1 jam 15 menit. 

Burung Cendrawasih Kuning Kecil aktif di pagi hari dan di sore hari. Wisatawan yang ingin ke sana harus memiliki kondisi fisik yang benar-benar prima agar bisa sampai di lokasi pengamatan burung surga tersebut. Selama beberapa tahun belakangan ini sampai saat sebelum pandemi covid, kebanyakan wisatawan asing yang ke hutan Susnguakti berasal dari luar negeri. Persentasi wisatawan lokal/ dalam negeri adalah kurang dari 1%. Wisatawan internasional ini menghabiskan waktu selama 3 sampai 4 hari untuk melihat burung Cendrawasih Kuning Kecil, Toowa Cemerlang, Cendrawasih Raja, Cekakak Pita Biasa (Common Paradise Kingfisher), Raja Udang Paruh Kuning atau Cekakak Toro-toro (Yellow-billed Kingfisher), Paok Hijau (Hooded Pitta) serta kasuari. Selain burung, hutan susnguakti merupakan habitat asli dari kuskus, ular putih, soa-soa duri, tikus tanah (bandicoot) dan berbagai jenis serangga. Untuk melihatnya, penjelajahan hutan di malam hari dilakukan bersama warga setempat pemilik hutan. 

Male Lesser Birds of Paradise in Malagufuk village, Klasouw valley, Sorong regency, Indonesia
Cendrawasih Kuning Kecil Jantan

Kabupaten Tambrauw memiliki banyak sekali kawasan hutan yang merupakan habitat asli dari burung Cendrawasih Kuning Kecil. Lokasi yang terkenal adalah Pantai Weyos di pesisir utara daerah Abun, Hutan Ayapokiar, Lembah Ases, serta hutan sekitar kota Fef. Selain burung surga kuning kecil, ada banyak sekali satwa asli Papua yang bisa dilihat di Tambrauw termasuk soa-soa bintang, berbagai jenis kupu-kupu dan kumbang serta ikan di sungai berair jernih. Masih banyak lokasi hutan di Kabupaten Tambrauw belum disurvei secara seksama sehingga potensi wisata alam di sana belum benar-benar berkembang. Fef sebagai ibukota Kabupaten Tambrauw memiliki daya tarik wisata alam yang bagus sekali karena dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang masih bagus. 

Kabupaten Sorong adalah gerbang utama bagi wisatawan yang ingin berlibur di Kepulauan Raja Ampat. Kawasan hutan di Lembah Klasouw sudah dikunjungi oleh wisatawan domestik dan manca negara yang ke sana untuk melihat flora dan fauna Papua. Cendrawasih Kuning Kecil bisa dilihat di Kampung Malagufuk. Untuk burung surga Toowa Cemerlang, Burung Surga Raja, serta Cendrawasih Dua Belas Antena, Kampung Klatomok adalah lokasi yang gampang untuk dikunjungi.  Ini ditulis oleh Charles Roring.

Baca juga:

Please, support this blog by buying t-shirts, tank top, hoodie, legging, skirts, iPhone case, and etc. printed with art illustrations of birds of paradise (also called Cendrawasih), flowers, butterflies, fish, figure drawing, and etc. on the following link:

Merchandise from Nature

buku novel, pengembangan diri, textbook kuliah dan buku pelajaran sekolah dasar