Wednesday, April 7, 2021

Wisata Nonton Cendrawasih Kuning di Papua Barat

Burung Cendrawasih Kuning Kecil atau yang bahasa Inggris dikenal dengan nama Lesser Birds of Paradise adalah salah satu spesies burung surga yang hidup di hutan hujan tropis di Tanah Papua. Burung jantan memiliki warna bulu yang indah sekali yakni kuning keemasan ditambah putih, hitam, coklat, hijau serta sedikit abu-abu kebiruan pada paruh dan kakinya. Cendrawasih betina memiliki warna coklat di punggung, sayap serta ekor. Dadanya putih sedangkan paruh dan kakinya sama dengan yang jantan. Kepalanya kehitaman dengan mata yang berwarna kuning serta bagian iris mata hitam.

Cendrawasih Kuning Kecil (Paradisaea minor) jantan sedang menari
Dua Ekor Cendrawasih Kuning Jantan Sedang Menari

Keberadaan burung-burung Cendrawasih Kuning di hutan menarik perhatian banyak sekali wisatawan domestik maupun manca negara untuk berkunjung ke hutan guna menontonnya. 

Ada sejumlah kawasan hutan di Provinsi Papua Barat yang menjadi lokasi favorit untuk wisata nonton Cendrawasih. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Hutan Susnguakti di Kabupaten Manokwari. Dengan kendaraan bermotor, waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya adalah sekitar 1 jam. Sesampainya di pinggir hutan, wisatawan perlu dipandu oleh warga kampung untuk masuk ke dalam hutan. Jalan setapak yang harus ditempuh adalah terjal dan pada bagian awal cukup berbahaya. Wisatawan harus mengenakan sepatu hiking atau sepatu olah raga yang baik. Durasi mendaki adalah sekitar 1 jam. Di dalam hutan ada basecamp yang telah disiapkan sebagai tempat istirahat. Piring, gelas, sendok, garpu dan peralatan masak juga tersedia di basecamp itu. Wisatawan bisa menggunakan peralatan itu jika membawa bahan makanan dari kota. Lokasi tempat nonton Cendrawasih Kuning dari basecamp adalah sekitar 5 menit jalan kaki.
  • Pegunungan Wondiboy di Kabupaten Wondama adalah lokasi berikutnya dari wisata nonton burung surga. Sebenarnya ada beberapa lokasi wisata nonton burung surga baik di utara dan selatan semenanjung Wondama. Banyak sekali spesies burung tropis yang bisa diamati oleh wisatawan ketika berkunjung ke Wondama. Beberapa di antaranya adalah Kakaktua Putih, Kakaktua Raja, Eclectus Parrot, Coconut Lorikeet, Burung Kumkum, Raja Udang Paruh Kuning, Mina Muka Kuning, Mina Emas, Jagal Papua Wisatawan bisa ke sana dengan naik kapal penumpang kecil dari kota Manokwari menuju kota Wondama. Ada juga penerbangan beberapa kali seminggu yang dilayani oleh maskapai Susi Air. 
  • Hutan Gunung Sakofsiah dan Lembah Ases di Pegunungan Tambrauw juga merupakan destinasi alternatif bagi wisatawan yang ingin menonton tarian burung Cendrawasih. Pemandangan alam di Tambrauw indah sekali. Sebenarnya, ketika berada di hutan Pegunungan Tambrauw, wisatawan bisa mengamati satwa lainnya seperti kuskus, rusa maupun soa-soa. Daerah pesisir pantai di Kabupaten Tambrauw juga memiliki hutan yang menjadi habitat alami dari Cendrawasih Kuning. Nama hutan itu adalah Weyos. Wisatawan bisa berkunjung ke sana dengan didampingi oleh warga kampung yang menjadi pemilik hak ulayat dari hutan dan pantai Weyos.
Burung Cendrawasih Kuning Kecil atau Lesser Birds of Paradise (Paradisaea minor)
Cendrawasih Kuning Jantan
Umumnya, wisatawan membawa binocular (teropong tabung ganda) yang bisa digantung di dada dan saat hendak menonton burung atau satwa liar lainnya, binocular itu digenggam dan diarahkan ke mata.
Ada juga peralatan pengamatan lainnya yang disebut spotting scope. Alat ini merupakan teropong satu tabung yang membentuk sudut. Spotting scope tidak bisa digunakan sendiri. Alat optik ini biasanya dipasang pada sebuah tripod agar ketika digunakan ia berada pada posisi diam/ statik. Spotting scope statik bisa digunakan oleh beberapa orang secara bergantian untuk mengamati burung yang sedang bertengger di dahan pohon atau yang sedang berada di sarangnya pada posisi yang cukup jauh. 
Nah, jika ada dari pembaca yang berniat untuk berwisata ke Papua Barat untuk nonton burung Cendrawasih dan burung-burung tropis Papua Barat lainnya serta membutuhkan pemandu di lapangan, silahkan menghubungi saya (Charles Roring) lewat email: peace4wp@gmail.com atau whatsapp: +6281332245180.

No comments:

Post a Comment

Olive-backed Sunbird in Minahasa Highland

Male Olive-backed Sunbird After guiding tourists across Sulawesi, Ternate and Halmahera islands, I decided to go back to Minahasa for a 5-da...