Posts

Showing posts from September, 2020

Burung Cendrawasih Wilson

Image
Nama Diphyllodes respublica diberikan oleh Charles Lucien Bonaparte, seorang keponakan dari Napoleon yang adalah pendukung sejati republik. Ada kecenderungan umum di kalangan para zoologist pada masa itu untuk memberi nama pada spesies baru menurut nama raja, ratu, atau bangsawan tertentu. Ia tidak setuju dengan hal tersebut. Sebagai gantinya, burung surga asal Raja Ampat ini diberi nama ilmiah seperti yang tertulis di atas. Burung Cendrawasih Wilson atau Cendrawasih Botak adalah salah satu spesies burung surga yang hidup di Kepulauan Raja Ampat bagian utara terutama di Waigeo, Gam dan Batanta.  Cendrawasih Wilson Tubuhnya kecil, yang dewasa sekitar 16 centimeter. Yang jantan memiliki punggung sayap berwarna merah, tengkuk kuning, kulit kepala biru bergaris hitam dan dada yang berwarna hijau tua kegelapan. Ada dua antena melingkar di ekornya. Yang betina warnanya coklat biasa dengan dada krem bergaris coklat kehitaman.  Burung ini hidup jauh di dalam hutan hujan tropis Raja Ampat. Pe

Cendrawasih Kuning Kecil

Image
Cendrawasih Kuning Kecil atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Lesser Birds of Paradise adalah salah satu spesies burung surga yang hidup di hutan dataran  dan pegunungan rendah dari Tanah Papua. Burung ini dikenal luas oleh masyarakat karena memiliki bulu yang berwarna kuning keemasan, putih, coklat serta hijau sehingga menjadikannya sebagai salah satu burung tercantik di dunia. Di wikipedia, menurut IUCN status burung ini adalah least concern yang artinya tidak terlalu memprihatinkan. Memang benar bahwa populasi Cendrawasih Kuning Kecil masih banyak di alam karena sebarannya bisa di temukan di hampir semua wilayah Papua Barat dari wilayah Vogelkop, Bomberai, Kaimana, Nabire, Yapen Waropen, Sarmi, Jayapura; hingga ke kawasan utara Papua New Guinea.  Burung Cendrawasih Kuning Kecil di hutan Susnguakti Manokwari Meskipun masih banyak, populasinya burung Cendrawasih Kuning Kecil ( Paradisaea minor ) mengalami tekanan yang semakin besar. Habitat asli dari Cendrawasih adalah

Cendrawasih Raja

Image
Burung Cendrawasih Raja memiliki ukuran yang agak kecil dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain seperti Lesser Birds of Paradise, Twelve-wired Bird of Paradise, Western Parotia, Long-tailed Paradigala, dan lain-lain. Burung ini memiliki bulu di sayap, punggung dan kepala yang berwarna merah. Dadanya ada buku berbentuk perisai berwarna hijau. Bagian bawah dada, perut hingga buntutnya berwarna putih. Burung Cendrawasih Raja memiliki 2 antena dengan bulatan hijau di ekornya. Paruhnya kuning oranye. Karena ia sering dilihat orang sedang hinggap di tali-tali atau rotan yang menggantung di pepohonan maka ia dipanggil juga dengan nama Cendrawasih Belah Rotan.  Cendrawasih Raja / King Bird of Paradise (Cicinnurus regius) Cendrawasih Raja hidup di pohon yang ada tali-tali rotan menggantung dan melilit batang utama maupun cabang-cabangnya. Kebanyakan di satu pohon berukuran sedang hanya ada 1 ekor jantan. Ia akan berteriak memanggil pasangan betinanya untuk kawin di pagi hari

Burung-Burung Surga

Image
Burung surga atau yang umumnya dikenal untuk sebutan Cendrawasih memiliki warna bulu indah sekali. Yang paling terkenal saat ini adalah Cendrawasih Kuning Kecil. Kita bisa melihat foto, gambar atau ornamennya di mana-mana, baik di baliho para politisi, baju batik Papua, atau di berbagai logo organisasi, maupun perusahaan di dalam dan di luar Tanah Papua.  Cendrawasih Kuning Kecil ( Paradisaea minor ) Burung Cendrawasih Kuning Kecil ( Lesser Birds of Paradise ) ini hidup di daerah dataran rendah hingga pegunungan rendah dari wilayah vogelkop sampai ke Nabire, wilayah Yapen Waropen, Sarmi, Jayapura sampai kawasan utara Papua New Guinea. Karena sebarannya yang luas sekali maka burung ini poluler di Tanah Papua. Foto Cendrawasih di atas, saya buat di hutan Susnguakti Manokwari. Sebenarnya ada 42 spesies burung surga yang dikenal dalam ilmu pengetahuan. Tidak semuanya memiliki warna kuning emas seperti Cendrawasih Kuning Kecil. Namun setiap spesies cendrawasih yang ada dalam kelua

Kumkum

Image
Kumkum adalah nama yang dipakai oleh masyarakat di Tanah Papua untuk burung Pinon Imperial Pigeon ( Ducula pinon ) dan sejenisnya. Burung ini memiliki fungsi yang penting sekali dalam ekosistem hutan hujan tropis sebagai penyebar biji-bijian. Masih sebangsa dengan burung merpati, burung kumkum sering dijadikan simbol untuk pengungkapan cinta sejati, dan kesetiaan. Sebenarnya burung-burung yang sejenis dengan kumkum tetapi dengan ukuran tubuh dan warna yang berbeda di seluruh Tanah Papua dan pulau-pulau satelit di sekitarnya ada banyak. Keluarga pigeons dan doves ada sekitar 52 spesies di daerah ini. Beberapa di antaranya (dalam Bahasa Inggris) adalah sebagai berikut: Pinon Imperial Pigeon - foto: Charles Roring Pinon Imperial Pigeon (Ducula pinon) di Bukit Aiwatar Kabupaten Tambrauw- Foto oleh Wim Boyden Pinon Imperial Pigeon - warnanya abu-abu dan hidup di hutan dataran dan pegunungan rendah di Tanah Papua. Makanannya adalah buah-buahan yang ada di hutan. Masyarakat suka b

Kisah 5 Wisatawan Belanda Naik Kapal Perintis ke Tambrauw

Image
Salah satu cara murah untuk menikmati keindahan pesisir pantai Tambrauw adalah dengan naik kapal perintis. Saya pernah memandu wisatawan Belanda melihat kampung-kampung di pesisir pantai utara Tambrauw dengan naik KM Kasuari Pasifik 3. Sebelum berlayar, kami berbelanja bahan makanan terlebih dahulu di supermarket di Manokwari. Kami meninggalkan Pelabuhan Manokwari di sore hari. Sang nakhoda berbaik hati mengizinkan kamarnya untuk disewa oleh wisatawan yang jumlahnya 5 orang dari Negeri Belanda. Wisatawan Belanda di KM Kasuari Pasifik 3 Kapal tersebut singgah di Saukorem, Imbuan, Waibem, Wau, Warmandi, Saubeba, Kwor, Opmare, Werur, Sausapor, lalu ke Sorong. Kapal tersebut menghabiskan waktu selama 2 - 3 jam di setiap persinggahan untuk menurunkan serta menaikkan barang dan penumpang. Umumnya kapal tidak sandar di pelabuhan tapi hanya berlabuh di laut. Wisatawan dan penumpang boleh turun ke darat dengan perahu-perahu motor milik warga kampung yang merapat di samping lambung kapal.