Posts

Showing posts from June, 2020

Dodol Penganan Lezat dari Minahasa

Image
Dodol Minahasa terbungkus daun woka - foto oleh Charles Roring Saya suka sekali dengan kelezatan dodol. Penganan tradisional nusantara ini dibuat juga oleh orang-orang Minahasa. Dodol dibuat dari bahan-bahan alami seperti beras ketan, santan serta gula merah. Senang sekali merasakan manisnya dodol yang mencair di lidah ketika saya mengunyahnya. Saya ingat sewaktu hendak naik kapal di Pelabuhan Bitung, para penjual makanan suka menjajakan dodol kepada para penumpang kapal yang hendak berlayar. Dulu sebagai mahasiswa, saya tidak punya banyak uang untuk bepergian. Oleh karena itu, transportasi laut adalah satu-satunya pilihan untuk berkelana ke Papua, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur maupun Jawa dan Kalimantan. Saya membeli dodol sebagai oleh-oleh buat teman-teman kos ketika saya sudah kembali. Mereka sangat suka dengan dodol Minahasa yang dibungkus dengan daun woka. Daerah Pertanian di Minahasa - foto oleh Charles Roring Sekarang kalau mendapat kiriman dodol dari Minahas

Pedati di Minahasa

Image
Anak-anak dan pedati di Minahasa - foto oleh Charles Roring Pedati adalah alat transportasi tradisional yang saya lihat sewaktu berkunjung ke Minahasa. Pedati umumnya ditarik oleh sapi atau kerbau dan digunakan untuk mengangkut hasil-hasil pertanian serta bahan bangunan. Karena pedati tidak menggunakan bahan bakar fosil, kendaraan ini masuk dalam kategori kendaraan "hijau." Namun demikian, sapi yang menarik pedati harus makan rumput segar agar memiliki energi untuk menarik beban. Pada zaman modern ini, jumlah pedati semakin berkurang karena digantikan oleh truk pick-up yang cepat dan kapasitas muatnya lebih banyak. Pada gambar di samping ini, nampak anak-anak Minahasa sedang duduk di atas pedati yang memuat kelapa. Saya melihat mereka dalam perjalanan pulang dari Bukit Doa. Mereka nampak ceria di atas roda sapi tersebut. Para pemilik kendaraan roda empat sering merasa terganggu dengan kehadiran pedati di jalan raya. Tapi, secara pribadi, saya senang dengan kehadiran p

Singgah Sebentar di Bau-bau

Image
Kapal Pelni Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Oleh karena itu kapal merupakan alat transportasi yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Setelah menghabiskan waktu di Bali selama kurang lebih tiga bulan, saya melanjutkan perjalanan dengan bis ke kota Surabaya. Dari kota hiu dan buaya ini, saya dihadapkan pada dua pilihan, berangkat ke Papua naik kapal atau naik pesawat. Saya kemudian mendatangi sebuah agen penjualan tiket untuk mencari tahu harga tiket pesawat dan kapal PELNI yang hendak berangkat ke Manokwari dari Surabaya. Ternyata tiket kelas I KM Dobonsolo lebih mahal daripada tiket pesawat meskipun waktu tempuh lebih lama. Karena saya suka menulis jurnal perjalanan di internet maka saya putuskan untuk membeli tiket Kelas IB yang akan mengantar saya ke kota Sorong. Kalau naik pesawat maka hanya sedikit saja cerita yang bisa saya sampaikan kepada para pembaca. Kota Sorong adalah pintu masuk ke Papua bagi wisatawan asing dan dalam negeri yang hendak berlibu

Nikmatnya minum kopi di tengah lautan

Image
Pedagang keliling di atas kapal PELNI KM Labobar milik Maskapai Pelayaran Nasional (PELNI) yang saya tumpangi beberapa jam lagi akan memasuki Pelabuhan Makassar. Saya naik ke geladak sekoci untuk melihat kapal-kapal yang lalu lalang di Selat Makassar. Pemandangan laut ini sangat saya sukai. Beberapa kali saya menyalakan kamera telephoto bermerek Nikon yang selalu menemani saya bepergian ke berbagai tempat untuk memotret kapal-kapal itu. Ada banyak sekali kapal kontainer yang berpapasan dengan Kapal Pelni ini. Muatan barang yang ditaruh ke dalam box-box besi disusun dengan rapih di atas geladak kapal. Ada juga kapal kayu berjenis Phinisi yang saya lihat dari kejauhan. Saat memandangi birunya laut, seorang penjaja kopi lewat di hadapan saya. Ia menenteng sebuah thermos besar berwarna biru yang berisikan air panas. Melihat dagangan yang dibawanya itu, saya tertarik untuk mencoba kopi yang ia tawarkan walaupun saya bukan penggemar kopi. Di dalam keranjang plastik ada bermacam-macam mi

Gadis Cilik Papua yang Suka Selancar Air

Image
oleh Charles Roring Peselancar cilik di Manokwari Anak-anak di Kampung Abasi melihat laut sebagai tempat bermain. Setiap hari mereka ada di pantai. Ada yang mendayung perahu, memancing, berenang atau berlarian di pasir pantai yang berwarna putih. Kampung Abasi terletak sekitar 20 menit naik sepeda motor dari pusat kota Manokwari. Lokasi pantai Abasi yang tidak terlalu jauh dari kota menyebabkan wisatawan dapat dengan mudah mengunjunginya. Di samping itu, signal telepon genggam di tempat ini cukup kuat. Dengan menggunakan fasilitas internet dari telkomsel flash, para pengunjung bisa langsung meng-upload foto yang mereka buat selama bertamasya di pantai dari laptop ke Facebook, Twitter atau blog mereka. Simcard untuk kartu Simpati dan Kartu As bisa didapatkan dengan mudah di kota Manokwari. Belakangan ini, Kampung Abasi masuk dalam perhatian para peselancar dunia karena ombaknya yang cocok untuk olah raga selancar air. Ketika mereka datang ke Kampung Abasi, mereka mendapati bahwa

Naik Sepeda Gunung di Manokwari

Image
Manokwari sering dikunjungi wisatawan asing yang suka dengan olah raga sepeda gunung. Ini adalah cara murah meriah untuk menikmati keindahan alam Manokwari. Sebagai pramuwisata, saya sudah memandu banyak sekali wisatawan di Papua Barat. Bersepeda Gunung di Papua Barat Wisatawan Belanda berkunjung ke Pantai Pasir Putih naik sepeda gunung. Pada suatu hari seorang perempuan cantik menghubungi saya dengan email. Dia bilang mau jalan-jalan ke Papua. Selanjutnya dia menanyakan apa saja kegiatan yang menarik untuk wisatawan. Dalam jawaban saya, sederetan panjang obyek wisata dan kegiatan petualangan saya jelaskan padanya. Akhirnya dia memilih snorkeling, birdwatching, trekking, camping, dan mountain biking. Gadis ini benar-benar pencinta alam sejati karena dia tidak mengeluh sedikit pun sewaktu harus berhadapan dengan hutan Papua yang penuh dengan nyamuk dan semak belukar. Di akhir perjalanannya mengelilingi Manokwari, saya dan teman-teman dari MTB Manokwari, menemaninya berkeli

Pengamatan Burung di Bali

Image
oleh Charles Roring Scaly-breasted Munia Bali sebagai destinasi wisata terpopuler di Indonesia memiliki sejumlah spesies yang unik dan langka. Salah satu yang paling terkenal adalah Jalak Bali. Sebagian besar bulunya berwarna putih dengan pinggiran mata yang berwarna biru. Ujung ekornya berwarna hitam. Saya sempat melihat burung itu di dalam sangkar ketika mengunjungi museum Antonio Blanco. Karena populasinya yang sedikit sekali, peluang untuk melihatnya di alam terbuka sangatlah kecil. Jalak Bali disebut juga Bali Starling atau Bali Myna. Nama Latinnya adalah Leucopsar Rothschildi. Selama melakukan kegiatan pengamatan burung di Pulau Dewata ini, saya berhasil memotret seekor burung yang dalam bahasa Inggris disebut Scaly Breasted Munia . Warna sayapnya coklat dengan bagian dada dan perut menyerupai sisik ikan yang berwarna hitam putih. Untuk memotretnya, saya memakai kamera digital bermerek Nikon Coolpix P-500. Kamera ini bukan tipe D-SLR. Saya membelinya karena kekuatan zoom

Pelukis Belanda Willem Gerard Hofker

Image
Judul: Komposisi Tiga Gadis Media: Pastel di atas kertas karya Willem Gerard Hofker Selama perjalanan saya berkeliling Bali, saya beberapa kali mengunjungi galeri dan museum seni di kota Ubud. Salah satu yang saya masuk adalah Museum Neka di Jalan Raya Campuhan. Di sana saya melihat banyak sekali lukisan, ukiran dan foto. Di antara sederetan seniman yang karya-karyanya dipamerkan di dinding museum itu, nama Willem Gerard Hofker sangat menarik perhatian saya. Seniman lukis asal Belanda ini pernah tinggal lama di Bali. Sebagian besar karyanya menggambarkan potret kehidupan masyarakat Bali sehari-hari. Wanita-wanita Bali dengan dandanan yang menarik kerap digambarkan sedang melakukan persiapan untuk mengikuti upacara keagamaan atau mementaskan tarian tradisional. Willem Gerard Hofker adalah seorang pastelis yang mampu menuangkan kehidupan wanita-wanita Bali dalam kertas gambar secara apik dengan proporsi yang pas. Saya menghabiskan waktu yang lama sekali di lantai 2 sebuah gedung d

Burung Surga Papua yang Indah Warnanya

Image
Lesser Birds of Paradise Burung surga atau disebut juga burung Cendrawasih memiliki warna bulu yang indah sekali. Kepalanya berwarna kuning dengan leher hijau dan sayapnya berwarna coklat tua. Di sela-sela sayap ada bulu kuning dan putih yang melambai-lambai ketika ia berdansa atau terbang. Burung ini dalam bahasa Inggris disebut birds of paradise. Sebenarnya ada 38 spesies burung surga yang dikenal dalam dunia sains. Jumlahnya bisa berkembang sejalan dengan adanya eksplorasi dan penemuan baru yang kemungkinan bisa terjadi di Papua. Selama ratusan tahun, burung Cendrawasih menjadi incaran para pedagang dan kolektor burung. Masyarakat Papua sendiri menyimpan sekurangnya 1 ekor burung Cendrawasih yang telah dikeringkan dalam rumah mereka untuk keperluan upacara, penyambutan tamu, atau tari-tarian adat. Namun demikian burung yang telah dikeringkan tersebut dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sehingga hal tersebut bisa dimaklumi. Perburuan burung Cendrawasih untuk dip

Kepulauan Raja Ampat

Image
Raja Ampat Saya sering sekali melakukan perjalanan di Indonesia Timur khususnya keliling pulau-pulau di Papua Barat yang dipenuhi oleh hamparan pasir putih dan pohon-pohon kelapa. Salah satu tempat yang pernah saya singgahi adalah Kepulauan Raja Ampat. Semua orang yang pernah ke sana pasti akan berkata bahwa kabupaten yang terletak di sebelah barat Sorong tersebut adalah destinasi wisata terpopuler di Indonesia. Meskipun diberi gelar terpopuler, belum banyak orang Indonesia yang melancong ke daerah itu. Sebenarnya cara terjangkau ke Raja Ampat adalah dengan menumpang kapal cepat dari Pelabuhan Rakyat di kota Sorong ke Pelabuhan Waisai. Setelah itu dengan naik kendaraan roda 2 atau 4, wisatawan bisa menginap di homestay milik warga atau sejumlah resort pantai yang ada di sepanjang pantai Pulau Waigeo. Ada juga resort dan homestay yang dibangun di pulau-pulau lain seperti Kri, Mansuar, Gam, dan berbagai pulau lainnya. Untuk keperluan tersebut, wisatawan masih harus mengeluarkan biaya

Lesser Paradise birds in Arfak mountains

Image
A lot of birdwatchers and rainforest lovers go to Arfak mountains to watch paradise birds. There are several species that can be seen both in the lower and upper montane forests. Lesser Birds of Paradise Male and female Lesser Birds of Paradise One of the most famous species of paradise birds is the Lesser Bird of Paradise ( Paradisaea minor ). The birds can mostly be seen in lower montane forest. They like to gather in trees whose branches overlook sunrise. Early in the morning when the weather is clear, male Lesser BOPs fly to the trees to call their female counterparts. Morning sunlight makes their feather looks bright and colorful. The male birds of paradise will perform courtship dance to attract female lesser birds of paradise for mating. They jump from one branches to another. The branches that are used for the courtship dance have been cleared from twigs, leaves and moss. A recommended site for tourists who want to watch these paradise birds is Susnguakti forest

Jalan-jalan di Manokwari - Tamasya ke Pulau Mansinam

Image
Pulau Mansinam yang terletak di dalam Teluk Dore - tempat kota Manokwari berada merupakan kawasan wisata sejarah yang sering dikunjungi masyarakat Papua. Menurut catatan Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, pada tanggal 5 Februari 1855, 3 orang misionaris berkebangsaan Jerman mendarat di pulau itu. Mereka adalah Otto dan isterinya serta Geissler. Kedatangan mereka adalah untuk menyebarkan injil kepada orang-orang Papua yang belum mengenal agama. Kala itu, penduduk di kawasan pantai dan pegunungan masih sering terlibat perang suku satu sama lain. Kurang lebih dua tahun kemudian, datang juga seorang peneliti berkebangsaan Inggris yang bernama Alfred Russel Wallace ke Manokwari untuk melihat burung-burung surga serta flora dan fauna yang hidup di sana. Dia sempat bertemu dengan ketiga misionaris tersebut sebagaimana ditulisnya dalam buku catatan perjalanannya di nusantara yang berjudul The Malay Archipelago. Pramuwisata Charles Roring bersama wisatawan Belanda Pulau Mansinam

Anggrek Putih di Pegunungan Arfak

Image
Wisatawan yang berkunjung ke Pegunungan Arfak umumnya melihat beberapa spesies burung surga di sana. Tapi sebenarnya, daerah itu memiliki banyak attraksi lain yang menarik seperti danau Anggi, kupu-kupu sayap burung dan pemandangan alam pegunungan yang luar biasa indahnya. Masyarakat adat yang tinggal di Pegunungan Arfak memiliki rumah tradisional yang unik sekali. Namanya rumah kaki seribu. Pegunungan Arfak juga memiliki sejumlah gua yang dalam. Tapi kali ini saya tidak akan membahas mengenai hal-hal tersebut. Saya hanya ingin berbicara sedikit tentang bunga. Ketika berjalan di kampung-kampung yang terletak di kawasan Mokwam, saya melihat warna-warni bunga yang ditanam penduduk di halaman rumah mereka. Ada beberapa jenis yang saya kenal seperti bunga nusa indah, mawar, dan anggrek. Tapi ada banyak jenis bunga yang tidak saya kenal karena baru kali itu saya melihatnya. Setelah memotret bunga-bunga itu, saya harus mencari tahu nama spesiesnya dalam bahasa Indonesia, Inggris dan Lat

Kamera yang cocok untuk mengabadikan liburan Anda

Image
Setiap kali melakukan perjalanan ke berbagai daerah, saya selalu membawa sebuah kamera digital. Dengan alat tersebut, saya mengambil gambar pemandangan, bunga, burung, masyarakat lokal, ataupun hal-hal menarik yang akan saya pakai bahan pelengkap dalam penulisan artikel di blog ini maupun website saya yang lain. Sebagai seorang pemandu wisata, saya memerlukan kamera untuk mendokumentasikan semua kegiatan saya untuk keperluan promosi maupun pelaporan ke kantor dinas pariwisata yang merupakan partner kerja antara swasta dan pemerintah. Bunga yang belum teridentifikasi Kamera sangatlah penting untuk seorang penulis seperti saya. Contohnya, ketika saya melihat bunga anggrek tanah yang tumbuh di hutan belantara Papua, saya perlu memotretnya untuk membantu proses identifikasi. Suatu hari, saya memandu seorang turis Inggris di hutan tropis yang berada kurang lebih 3 jam berjalan kaki dari daerah pinggiran kota Manokwari. Saya melihat berbagai jenis anggrek yang tumbuh baik di permukaan t

Anda Perlu GPS map agar tidak tersesat di hutan

Image
Karena sering mengantar tamu asing di tengah hutan, saya memerlukan peralatan navigasi seperti Garmin GPSMAP 60CSx Handheld GPS Navigator. Peralatan ini bermanfaat sekali dalam menentukan posisi di peta serta ketinggian dari permukaan air. Adanya GPS secara psikologis dan teknis memberikan rasa aman kepada setiap tamu yang mengikuti penjelajahan hutan di alam Papua. Wisatawan itu datang dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Inggris serta Russia. Ada juga beberapa orang yang berasal dari Asia seperti Thailand, Singapura dan Malaysia. Mereka suka melihat burung, bunga, serta mandi di sungai yang airnya jernih. Wisatawan Belanda di sebuah danau di Manokwari - Papua Perjalanan di dalam hutan dengan sungai dan jalan setapak yang berliku-liku membuat banyak wisatawan yang mengalami kebingungan untuk menentukan arah mata angin. Hal ini tentu mengkuatirkan di mata mereka. Untuk menghilangkan semua kekuatiran itu, saya selalu menggenggam GPSmap. Alat ini meskipun k

Peselancar Dunia di Tanjung Bakaro Manokwari

Image
oleh Charles Roring Foto di bawah ini menunjukkan seorang wisatawan bernama Alberto Castro dari Brazil sedang menikmati kegiatan selancar air (wave surfing) di Pintu Angin - Tanjung Bakaro, Manokwari. Alberto adalah seorang peselancar yang sudah sangat berpengalaman. Dia beserta beberapa teman dari tim SurfExplore berkunjung ke kota ini pada bulan Februari hingga Maret yang lalu.  Mereka melakukan eksplorasi berbagai tempat di pesisir pantai utara (pantura) Manokwari untuk ombak-ombak besar. Pintu Angin Bakaro Kawasan pantura di wilayah Manokwari berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik. Selama bulan November hingga April perairan pantainya diterpa oleh ombak besar yang ketinggiannya mencapai beberapa meter sehingga cocok untuk olahraga selancar air. Peselancar internasional Hayato Maki dari Jepang di Pantai Pintu Angin (Tanjung Bakaro) Manokwari Ada banyak tempat di Manokwari yang telah mereka tentukan sebagai spot surfing terbaik. Salah satunya adalah di Pinto Angin. Di

Melihat Keindahan Terumbu Karang di Manokwari

Image
Manokwari adalah ibukota Provinsi Papua Barat. Sebagai kota yang terletak di pesisir pantai, Manokwari memiliki banyak tempat yang ditumbuhi oleh terumbu karang. Salah satunya berada di Pantai Abasi. Letaknya di sebelah timur Manokwari. Red and Black Anemonefish Wisatawan asing suka ke sana untuk menikmati olahraga selancar air (wave surfing). Pantai Abasi juga memiliki gugusan terumbu karang yang menyebar di bawah laut dari tepi pantai hingga di kedalaman. Ikan dan karang meja yang berwarna-warni merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin melihatnya. Anemone di Perairan Abasi - Manokwari Setiap orang yang ingin menikmati kegiatan snorkeling (berenang menggunakan masker kaca dan pipa untuk bernapas), perlu membawa peralatan sendiri seperti mask, snorkel serta fins. Wisatawan bisa menyewa perahu dari penduduk setempat. Harga sewa sebuah perahu yang bisa mengangkut 4 orang penumpang + pengemudinya kurang lebih Rp. 300.000-500.000/hari. Terumbu

Paket Wisata di Raja Ampat yang Fantastis Harganya

Image
Paket Wisata untuk wisatawan Indonesia Piaynemo Raja Ampat Ketersediaan : Oktober, November, Januari, Februari, Maret, April, Mei Jumlah peserta : minimal 4, maksimal 8 orang Aktivitas : Melihat pemandangan, snorkeling Harga : Rp. ... rupiah/ orang Harga sudah termasuk penginapan 2 malam (saat tiba di dan sebelum meninggalkan kota Sorong), pin masuk Raja Ampat untuk wisatawan domestik, penginapan di homestay, makanan dan air minum, kontribusi bagi kampung atau lokasi wisata yang kita kunjungi serta jasa bagi guide maupun boat driver dan navigatornya. Harga tidak termasuk tiket pesawat, asuransi perjalanan, soft drink dan alcoholic drink serta pengeluaran pribadi lainnya. Itinerary: Hari 1 Saya akan menemui rombongan Anda di bandara Domine Eduard Osok Sorong dan mengantar kalian ke hotel. Silahkan istirahat. Hari 2 Transfer dari Sorong ke Raja Ampat Kita akan menginap di salah satu homestay di Raja Ampat. Kita akan snorkeling di Selat Yenbuba. Sangat saya sarank

Pawai Budaya di Manokwari

Image
Setiap tanggal 4 dan 6 Februari jalan-jalan utama di kota Manokwari selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun manca negara. Pada saat itu, masyarakat berbagai penjuru Tanah Papua berkumpul di kota ini untuk menghadiri hari ulang tahun Pekabaran Injil sekaligus berpartisipasi dalam karnaval budaya.  Karnaval budaya ini terbuka bagi siapa saja dari berbagai latar belakang agama maupun golongan demi mewujudkan Tanah Papua sebagai zona damai bagi semua orang.  Delegasi Masyarakat Batak Pada tanggal 4 Februari sore, biasanya jemaat dari berbagai gereja di Tanah Papua dan dari luar Papua berparade di dalam kota sambil menyanyikan lagu-lagu rohani memuji Tuhan. Ada yang mengenakan pakaian adat, ada yang mengenakan pakaian biasa untuk jalan santai.  Keesokan harinya, kegiatan peribadatan dilaksanakan di Pulau Mansinam. Ribuan orang juga ke sana untuk merayakan hari peringatan pendaratan 2 orang missionaris Jerman yakni C.W. Ottow and J.G. Geissler di Pulau Mansinam pada 5 Februar

Watercolor Painting of Hibiscus Flower

Image
I made a small artwork last week. It was a pink rose mallow whose Latin name was Hibiscus rosa-sinensis. In my country, it is called Kembang Sepatu or Shoe Flower. Perhaps the painting of this flower decorated a lot of shoes that became hot items in the past. I like making small sized watercolor paintings because I can finish each of  in one day. This painting is available for purchase in various print products, one of them is hibiscus invitation cards or greeting cards on Zazzle.com. If you are interested in having a rose mallow painting on the wall of your house, you can contact me for a commission works. I will paint it and send it to you. by Charles Roring/ E-mail: charlesroring@gmail.com

Pemandangan kota Manokwari

Image
Saya pernah memandu 3 orang Australia (berkebangsaan Belanda) dan 1 orang Belanda. Kami keliling kota Manokwari yang memanjang di tepi Teluk Dore. Daerah pertama yang kami jelajahi adalah kawasan Reremi. Rumah-rumah yang ada di kawasan ini sebagian besar merupakan bangunan peninggalan Belanda. Dua dari pelancong yang saya dampingi ini pernah tinggal di kota Manokwari hingga tahun 1962. Memang pada zaman itu, kota Manokwari didiami oleh ribuan orang Belanda. Kota Manokwari Setelah bertahun-tahun tinggal di Eropa dan di Australia, mereka kembali lagi ke Manokwari untuk bernostalgia. Kami berusaha mencari rumah tempat mereka tinggal namun tidak berhasil menemukannya karena sudah banyak rumah peninggalan zaman Belanda yang dimodifikasi atau dibongkar dan dibangun dengan rumah yang baru. Kota Manokwari Setelah itu kami berangkat menuju Manggoapi yang juga merupakan kawasan pertanian yang dikembangkan oleh orang-orang Belanda. Kami menuju sebuah bukit yang menghadap Teluk Dore. B

Paket Wisata ke Manokwari

Image
Saya sering menerima email dari calon wisatawan di luar negeri yang hendak ke Manokwari - salah satu destinasi yang populer di Papua Barat. Mereka menanyakan tempat-tempat wisata apa saja yang menarik dan berapa harganya. Berikut ini adalah penjelasan saya: Wisata Snorkeling Terumbu karang di Manokwari Wisata ini cukup populer di kalangan wisatawan asing yang berkunjung ke Manokwari - ibukota Provinsi Papua Barat. Ada beberapa tempat snorkeling yang saya rekomendasikan. Beberapa di antaranya adalah Pulau Mansinam, Pulau Raimuti, Pantai Asai, Pantai Abasi dan Pantai Anggresi. Lokasi termurah adalah Pantai Abasi dan Pulau Mansinam, biaya rata-rata per orang sekitar Rp. 75.000-100.000 - minimal peserta 4 orang. Untuk Pulau Raimuti, harganya lebih mahal yakni Rp. 400,000 - minimal peserta 4 orang (karena biaya sewa boat ke lokasi snorkeling cukup tinggi). Demikian pula untuk Pantai Anggresi yang jauhnya sekitar 1 jam perjalanan dengan speed-boat dari kota Manokwari. Untuk snorkeli

Western Parotia

Image
Male Western Parotia Dancing Western Parotia ( Parotia sefilata ) is a species of paradise birds that people can watch when traveling to Manokwari. I guided Prof. Richard Ebright - an American biologist on a birding tour to Arfak mountains from 18 to 20 July 2013. In the last day of the tour, we entered a blind that was especially built for watching Western Parotia. The male bird has got black color all over his body with 6 antennas at his head. We had to wait for 5 hours inside the blind that was wet, dark and full of mosquitoes. In order to seduce his partner, male Western Parotia had to perform a beautiful courtship dance where female Western Parotia perched on a small branch of a tree just above the dancing ground. Before dancing, the male bird cleaned the "stage" from fallen twigs and leaves. Juvenile Western Parotia Then he would dance to impress his lover. The style of the dance was similar to ballet. The Young Western Parotia also Danced! When we were wai

Scaly Breasted Munia

Image
When I was traveling in Bali island, I was able to see Scaly Breasted Munia ( Lonchura punctulata ). This bird was perching on a tree inside a resort. The resort was surrounded by rice field. It means that birds that live in the trees inside the resort have got abundant food. I was surprised to see birds were quite common in residential areas of Bali. I also saw some other species inside the resort but I was not able to identify them. They eat rice on the streets that were put by Balinese during their daily offerings to the gods and the spirits. Also the main reason for the abundance of birds in Bali residential areas was the abundance of trees. The Balinese treat trees with great respect. They believe that there are spirits living in the trees. So, they will not cut trees easily. If they have to, they need to perform certain rituals to respect and inform the spirits living in the tree that they will cut it. I really admire this local wisdom because it protects the trees that grow i

Kepulauan Raja Ampat di bagian Selatan agak berombak

Image
Kapal Cepat Sorong Waisai Perairan bagian selatan di Raja Ampat diterpa oleh angin yang bertiup dari arah tenggara pada bulan Juli, Agustus, hingga September. Oleh karena itu, wilayah antara Pulau Seram dan Kepulauan Misool serta antara Kepulauan Misool dan Tanah Papua mengalami hempasan gelombang laut yang terkadang cukup tinggi. Ke arah perairan sekitar Fakfak dan laut Arafura, gelombang laut semakin tinggi disebabkan oleh hembusan angin kencang dari arah tenggara. Wisatawan yang hendak berlibur ke Raja Ampat sebaiknya memperhatikan kondisi cuaca dengan seksama. Cara teraman untuk berlibur ke Raja Ampat adalah dengan menaiki kapal besar. Sebisa mungkin hindari penggunaan speed boat jika hendak menyebrangi perairan terbuka. Raja Ampat adalah salah satu destinasi wisata yang sedang populer di Indonesia. Namun demikian, kondisi cuaca yang selalu berubah menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh setiap pelancong yang hendak ke sana. Pada bulan-bulan ini, perairan antara Se

Streaked Weaver

Image
Here is a picture of a bird  from Bali island. On a New Year day last year, I was visiting a resort in the morning. While I was walking to a building at the back area of the resort, I saw a bird in bamboo trees. He was weaving his nest. Perhaps he was preparing it to attract female bird for mating. Because I could not take picture of his face I could only guess that it was a Streaked Weaver ( Ploceus manyar ). In Indonesia we call it burung manyar . The front and back yards of the resort were filled with trees that attract birds to stay and even build their nests there. The bird eats grains such as rice that is abundant at the rice fields around the resort complex area. Bali is a nice place for birdwatching. There are a lot of birds to watch. While guests of the resort were enjoying their breakfast, the weaver bird was busy building his "home." He was not afraid of the presence of humans just a few meters below his nest. by Charles Roring/ E-mail: peace4wp@gmail.com Bird

Wisata ke Bali

Image
Gara-gara menulis beberapa artikel tentang Bali, saya sering dihubungi lewat email oleh wisatawan yang hendak ke Pulau Dewata tersebut. Bali masih menempati posisi teratas sebagai destinasi wisata dengan jumlah kunjungan tertinggi di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa Bali memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun manca negara. Mulai dari wisata alam, kuliner, fashion, hingga jasa kursus yoga atau jasa massage & spa, Bali memiliki semuanya. Tahun 2012 yang lalu, jumlah wisatawan asing dan manca negara yang berkunjung ke Bali mencapai 7,88 juta orang (http://investvine.com/bali-seeks-cleanup-amid-high-arrivals/) Monkey Forest Kapan kira-kira waktu yang tepat untuk berlibur ke Bali? Pertanyaan ini bisa Anda jawab sendiri. Kalau faktor penentu adalah uang, maka pasti Anda harus menabung. Kalau kendala utama adalah waktu, maka ambilah cuti kerja. Kebanyakan wisatawan asing mengambil liburan musim panas antara Juli hingga September. Namun wisat