Translate

Musim Durian di kota Manokwari

Durian adalah buah tropis yang sangat terkenal di Indonesia. Kalau lagi musim durian, kita bisa menikmatinya dengan harga yang sangat terjangkau. Kebetulan saat ini di kota Manokwari sedang ada musim durian. Buah berduri ini sudah mulai ditawarkan di pasar, di emperan pertokoan sejak awal bulan desember. Banyak orang membelinya karena harganya relatif murah dari 5 ribu rupiah per bulan hingga 30 ribu per buah.
Fruit season in Manokwari of West Papua
Durian di kota Manokwari
Pertengahan desember ini, musim buah durian sedang mencapai puncaknya. Karena jumlahnya yang sangat banyak di kota ini, buah durian pun dijual ke kota lain menggunakan kapal penumpang Pelni. Nampaknya petugas kapal Pelni seperti KM. Dobonsolo, KM. Labobar dan yang lainnya bisa memaklumi antusias penumpang yang memborong buah durian di pelabuhan. Sebenarnya ada juga buah lain yang berlimpah di pasar seperti rambutan. Tapi cita rasa buah durian yang manis dengan baunya yang khas dan agak tajam lebih dicari para pembeli.
Perlu diperhatikan oleh siapa saja yang gemar makan durian:
  • Durian memiliki kadar gula yang tinggi sehingga banyak orang yang mempercayai bahwa buah ini bisa menjadi pengganti obat kuat dalam menyuplai energi.
  • Buah durian adalah buah yang panas, jadi tidak disarankan untuk dimakan oleh ibu hamil terutama yang kehamilannya masih muda. Di samping itu pula, kalau seseorang yang kebanyakan makan durian di malam hari akan sulit tidur karena merasa badannya panas. 
Saya pernah dihubungi oleh seorang wisatawan Italia yang ingin ke Papua khusus untuk makan durian. Padahal, setahu saya mayoritas orang barat kurang menyukai buah durian karena baunya yang menyengat terutama jika ditaruh di tempat tertutup. Kebetulan sekarang masih banyak durian di kota ini, jika Anda berminat untuk makan durian yang banyak, terbanglah kemari. Oleh Charles Roring

Water Lily from Merauke

Merauke is a town in southern part of West Papua. I went there early this year by airplane and visited several areas of the town including Wasur National Park. While in the park, I saw giant termite nest whose height could reach 3 meters from the ground. Much of the land in Merauke consists of lowland and swamps. That's why I could see various water plants. One the way back to town, I saw the water lily that looks so beautiful.
Colored pencil drawing of water lily from Merauke's Wasur National Park
Water lily
Back at home, I opened my sketch book and decided to draw and color it. Because the watercolor pencils were not strong enough in depicting the contrast between the light and darker colors, I added Pentel watercolor to the painting. And then I used my Nikon camera to capture the picture. After some adjustment in Adobe Photoshop, finally, I could uploaded it onto my Redbubble portofolio.

Watercolor painting of Orchid

Red and purple orchid flower
Orchid flowers
Here is the watercolor painting of orchid that I created last year. I think it is from Dendrobium family but I don't know its species name. I often see orchid plant in high trees when I guide tourists on trekking or birding tour in the forest of Manokwari or Sorong regency of West Papua.
Orchids are epiphytes or air plants. This is true because most orchids grow in high trees on the junction between a branch and the main trunk of a tree. Their roots tightly cling to the tree and also gather moisture from the surrounding air. There are also species of this plant that grows on the ground taking nutrients from the soil.
Orchid can also be seen as a sensual flower that is beautiful if artistically drawn or painted on canvas or paper. Because I like watercolor, I will make more artworks of orchids and upload them in this blog. 
I also have got the vector version of this painting that I made using Inkscape software. I uploaded it on my zazzle.com tropical art store.
The artwork is available printed on various products from mugs to t-shirt and from mouse pad to adult apron.
For Digital vector: 

For the watercolor print products, please, click the following link: Orchid flower


Berwisata di Hutan Hujan Tropis Tambrauw

Berkemah di pinggir sungai
Suasana perkemahan di tepi Sungai Cuan di Kabupaten Tambrauw
Hutan hujan tropis Papua Barat kaya akan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, kita semua perlu melestarikannya dengan tidak merusak atau mengotorinya. Salah satu cara untuk membantu masyarakat lokal dalam memperoleh pendapatan alternatif tanpa menebang pohon adalah lewat program eko-wisata.
Di Kabupaten Tambrauw ada sebuah sungai yang bagus sekali untuk dijadikan sebagai kawasan wisata. Namanya Sungai Cuan. Sungai ini memiliki bantaran yang datar sehingga mudah sekali untuk dijelajahi. Sungai Cuan bisa dicapai dengan naik kendaraan 4WD selama 4 jam dari kota Sorong. Wisatawan yang hendak pergi ke sana bisa membangun tenda-tenda di pinggir sungai. Air sungai yang jernih merupakan lokasi berenang yang menyegarkan.
Sulphur-crested Cockatoo
Burung Kakaktua Putih
Di samping berenang, wisatawan bisa melihat atau mengamati beragam spesies burung-burung Papua. Beberapa di antaranya adalah Cendrawasih, kakaktua putih, kakaktua raja, taun-taun, dan bangau. Selain burung, hutan hujan tropis di dataran rendah dari Pegunungan Tambrauw ini kaya dengan berbagai jenis serangga terutama kupu-kupu dan kumbang. Salah satu yang unik bentuk maupun warnanya adalah kumbang Eupholus schoenherri.
Eupholus schoenherri beetle in Tambrauw forest
Kumbang Eupholus schoenherri
Hutan merupakan habitat alami bagi berbagai tanaman yang memiliki fungsi sebagai tanaman pangan, tanaman obat, tanaman hias maupun bahan konstruksi. Oleh sebab itu, ekowisata yang tidak merusak hutan, perlu kita kembangkan dengan baik.
Kegiatan berkemah di hutan Papua sudah sering dilakukan oleh wisatawan asing khususnya dari Eropa. Saat malam berkemah di hutan, mereka bisa menikmati suara gemericik air yang mengalir, kicauan burung dan ayunan dahan maupun ranting pohon yang ditiup angin. Semua ini merupakan nyanyian alam yang mampu memberikan menyegarkan kembali ketegangan pikiran orang-orang kota yang stress dengan pekerjaan mereka di kantor atau kerumitan hidup di kota.
Bird's head region of Papua Barat
Pegunungan Tambrauw berada di antara Sorong dan Manokwari
Biaya untuk bepergian dan berkemah di bantaran Sungai Cuan memang tergolong mahal sekali. Harganya tergolong mahal karena bisa mencapai 10 juta untuk 2 orang selama 5 hari/ 4 malam. Ini termasuk biaya transport pergi pulang dari kota Sorong dengan kendaraan 4WD, bahan makanan, penyediaan peralatan berkemah (tenda, kasur udara, alat masak maupun alat makan), biaya untuk pemandu lokal, tukang masak, serta kontribusi bagi masyarakat kampung.
Jika, Anda tertarik untuk berkemah di Sungai Cuan, silahkan menghubungi saya lewat hp: 081332245180 atau email: peace4wp@gmail.com.